{"id":50,"date":"2022-05-20T06:53:54","date_gmt":"2022-05-20T06:53:54","guid":{"rendered":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/?p=50"},"modified":"2022-07-04T04:33:01","modified_gmt":"2022-07-04T04:33:01","slug":"mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/","title":{"rendered":"Mengupas Sejarah Kue Lebaran, Ternyata Ada Makna Toleransi"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Yogyakarta &#8211; Mengupas Sejarah Kue Lebaran<\/strong>, Kue lebaran seperti nastar, kastengel, lidah kucing, dan putri salju memiliki makna toleransi di baliknya. Ia menjelaskan kue kering tersebut mulanya dikenal pada masa kolonial melalui pertukaran hantaran dari keluarga Eropa untuk keluarga priyayi yang merayakan Idul Fitri. Kue-kue kering itu juga menjadi kudapan yang biasa dihidangkan pada hari-hari perayaan umat Nasrani.<\/p>\n\n\n\n<p>Kue-kue kering&nbsp;ini disajikan ketika keluarga-keluarga priyayi merayakan Lebaran dan di sini juga ada antar-mengantar ketika Lebaran. Keluarga-keluarga Eropa mengantarkan makanan seperti kue-kue kering ini untuk keluarga priyayi,<\/p>\n\n\n\n<p>Kue kering yang diadopsi dari kalangan Eropa tersebut dimodifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki bentuk, bahan, dan rasa yang berbeda dengan aslinya. Kastengel (<em>kaasstengels<\/em>&nbsp;dalam bahasa Belanda), misalnya, memiliki bentuk yang lebih panjang dalam versi aslinya. Selain bentuk, Fadly mengatakan kualitas keju yang digunakan pada kastengel di Belanda dan Hindia Belanda juga memiliki perbedaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nastar terinspirasi kue pai atau tar Eropa yang biasanya diisi dengan bluberi dan apel. Nastar berasal dari dua kata dalam bahasa Belanda yaitu&nbsp;<em>ananas<\/em>&nbsp;(nanas) dan&nbsp;<em>taart<\/em>&nbsp;(pie). Fadly mengatakan nastar&nbsp;merupakan inovasi yang dibuat oleh para perempuan Belanda yang menetap di Hindia Belanda. Kala itu, mereka memanfaatkan buah nanas yang hanya tumbuh di daerah tropis sebagai pengganti isian kue.<\/p>\n\n\n\n<p>Itu ada proses modifikasi, artinya di tangan orang-orang di Hindia Belanda berbeda dengan apa yang dihasilkan di Belanda. Kalau kita perhatikan bentuk nastar dan kastengel yang ada di Belanda itu berbeda,<\/p>\n\n\n\n<p>Selain keluarga Eropa, kalangan yang mengonsumsi kue-kue kering itu mulanya hanya keluarga priyayi atau ningrat sebab mereka lah yang memiliki akses hubungan dengan orang-orang Eropa sehingga kemudian dibuat di rumah-rumah tangga pribumi kebanyakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada masa itu, antara keluarga priyayi dan keluarga Eropa memiliki hubungan yang berkaitan dengan kepentingan politik, ekonomi, atau bisnis. Itu memang membuka hubungan yang terbuka dalam kaitan antar-mengantarkan makanan. <\/p>\n\n\n\n<p>Tradisi hantaran tak hanya terjadi saat Idul Fitri. Sebaliknya, ketika hari raya orang-orang Eropa tiba, seperti Natal, maka keluarga pribumi juga turut mengantarkan makanan tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, tidak heran kalau pada masa kolonial orang Eropa juga mengenal makanan-makanan khas pribumi, seperti tertulis dalam buku-buku masakan berbahasa Belanda. Mereka bukan hanya menikmati makanan Eropa tapi juga apa yang dinikmati pribumi.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, MinKul punya rekomendasi produsen nastar terenak di Jogja loh, namanya Priska Cookies. Priska cookies adalah salah satu produsen cookies di Jogja yang menjual bermacam-macam jenis cookies, seperti nastar, kastangel, putri salju, kue kacang dengan harga yang bermacam-macam. Dengan harga mulai dari Rp 35.000,- &#8211; Rp 95.000,- anda bisa menikmati cookies dengan kualitas premium, lembut, gurih, dan manis. Anda bisa mendapatkan cookies ini dengan : <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2022\/07\/10-1024x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-158\" srcset=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2022\/07\/10-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2022\/07\/10-300x300.jpg 300w, https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2022\/07\/10-150x150.jpg 150w, https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2022\/07\/10-768x768.jpg 768w, https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2022\/07\/10.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta &#8211; Mengupas Sejarah Kue Lebaran, Kue lebaran seperti nastar, kastengel, lidah kucing, dan putri salju memiliki makna toleransi di baliknya. Ia menjelaskan kue kering tersebut mulanya dikenal pada masa kolonial melalui pertukaran hantaran dari keluarga Eropa untuk keluarga priyayi yang merayakan Idul Fitri. Kue-kue kering itu juga menjadi kudapan yang biasa dihidangkan pada hari-hari &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":141,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-50","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengupas Sejarah Kue Lebaran, Ternyata Ada Makna Toleransi - Priska Cookies<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kue-kue kering\u00a0ini disajikan ketika keluarga-keluarga priyayi merayakan Lebaran dan di sini juga ada antar-mengantar ketika Lebaran.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengupas Sejarah Kue Lebaran, Ternyata Ada Makna Toleransi - Priska Cookies\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kue-kue kering\u00a0ini disajikan ketika keluarga-keluarga priyayi merayakan Lebaran dan di sini juga ada antar-mengantar ketika Lebaran.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Priska Cookies\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-20T06:53:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-07-04T04:33:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2022\/04\/11.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sibakul\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sibakul\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/\",\"url\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/\",\"name\":\"Mengupas Sejarah Kue Lebaran, Ternyata Ada Makna Toleransi - Priska Cookies\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2022\/04\/11.jpg\",\"datePublished\":\"2022-05-20T06:53:54+00:00\",\"dateModified\":\"2022-07-04T04:33:01+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/#\/schema\/person\/b2cadb09d5b019b3310330a26883f5bd\"},\"description\":\"Kue-kue kering\u00a0ini disajikan ketika keluarga-keluarga priyayi merayakan Lebaran dan di sini juga ada antar-mengantar ketika Lebaran.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2022\/04\/11.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2022\/04\/11.jpg\",\"width\":1080,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengupas Sejarah Kue Lebaran, Ternyata Ada Makna Toleransi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/\",\"name\":\"Priska Cookies\",\"description\":\"Just another Blog SiBakul Jogja Sites site\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/#\/schema\/person\/b2cadb09d5b019b3310330a26883f5bd\",\"name\":\"sibakul\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7fcc5f187ab1804cfef732c9b50ec924d4765bc365c7757b3e7e2462434e346?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7fcc5f187ab1804cfef732c9b50ec924d4765bc365c7757b3e7e2462434e346?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sibakul\"},\"description\":\"Sibakul Jogja\",\"sameAs\":[\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/author\/sibakul\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengupas Sejarah Kue Lebaran, Ternyata Ada Makna Toleransi - Priska Cookies","description":"Kue-kue kering\u00a0ini disajikan ketika keluarga-keluarga priyayi merayakan Lebaran dan di sini juga ada antar-mengantar ketika Lebaran.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengupas Sejarah Kue Lebaran, Ternyata Ada Makna Toleransi - Priska Cookies","og_description":"Kue-kue kering\u00a0ini disajikan ketika keluarga-keluarga priyayi merayakan Lebaran dan di sini juga ada antar-mengantar ketika Lebaran.","og_url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/","og_site_name":"Priska Cookies","article_published_time":"2022-05-20T06:53:54+00:00","article_modified_time":"2022-07-04T04:33:01+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":1080,"url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2022\/04\/11.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sibakul","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"sibakul","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/","url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/","name":"Mengupas Sejarah Kue Lebaran, Ternyata Ada Makna Toleransi - Priska Cookies","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2022\/04\/11.jpg","datePublished":"2022-05-20T06:53:54+00:00","dateModified":"2022-07-04T04:33:01+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/#\/schema\/person\/b2cadb09d5b019b3310330a26883f5bd"},"description":"Kue-kue kering\u00a0ini disajikan ketika keluarga-keluarga priyayi merayakan Lebaran dan di sini juga ada antar-mengantar ketika Lebaran.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/#primaryimage","url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2022\/04\/11.jpg","contentUrl":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2022\/04\/11.jpg","width":1080,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/mengupas-sejarah-kue-lebaran-ternyata-ada-makna-toleransi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengupas Sejarah Kue Lebaran, Ternyata Ada Makna Toleransi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/#website","url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/","name":"Priska Cookies","description":"Just another Blog SiBakul Jogja Sites site","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/#\/schema\/person\/b2cadb09d5b019b3310330a26883f5bd","name":"sibakul","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7fcc5f187ab1804cfef732c9b50ec924d4765bc365c7757b3e7e2462434e346?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7fcc5f187ab1804cfef732c9b50ec924d4765bc365c7757b3e7e2462434e346?s=96&d=mm&r=g","caption":"sibakul"},"description":"Sibakul Jogja","sameAs":["https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog"],"url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/author\/sibakul\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":159,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50\/revisions\/159"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-json\/wp\/v2\/media\/141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/priska-cookies\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}