{"id":612,"date":"2024-06-06T22:05:21","date_gmt":"2024-06-06T22:05:21","guid":{"rendered":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/?p=612"},"modified":"2024-06-06T22:05:21","modified_gmt":"2024-06-06T22:05:21","slug":"digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/","title":{"rendered":"Digital Campaign 2024: Gastronomi DIY &#8211; Melampaui Makanan, Menghubungkan Budaya dengan Digital Marketing"},"content":{"rendered":"<p>Gastronomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bukan hanya soal makan dan memasak; ini adalah seni memahami konteks yang lebih luas di mana makanan diproduksi dan dikonsumsi. Dengan pendekatan yang holistik, gastronomi membantu kita menghargai tradisi kuliner, menjaga warisan, dan mendorong inovasi dalam industri makanan. Selain itu, gastronomi memainkan peran penting dalam pariwisata kuliner, di mana makanan dan minuman khas suatu daerah menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.<\/p>\n<h3>Gastronomi DIY: Menjaga Warisan dan Mendorong Inovasi<\/h3>\n<p>Gastronomi DIY kaya akan tradisi kuliner yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dari gudeg yang manis dan lezat hingga sate klathak yang menggugah selera, setiap hidangan menceritakan kisah budaya dan sejarah daerah tersebut. Menjaga warisan ini penting tidak hanya untuk menghormati leluhur, tetapi juga untuk memberikan identitas unik bagi DIY di mata dunia.<\/p>\n<p>Namun, menjaga warisan tidak berarti stagnan. Inovasi dalam gastronomi penting untuk memastikan bahwa tradisi kuliner dapat terus hidup dan relevan dengan zaman. Melalui pendekatan kreatif, misalnya dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang dipadukan dengan teknik memasak modern, gastronomi DIY dapat terus berkembang dan menarik minat generasi muda serta wisatawan.<\/p>\n<h3><b>Memahami Gastronomi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gastronomi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara makanan, budaya, dan seni memasak. Kata ini berasal dari bahasa Yunani &#8220;gastros&#8221; yang berarti perut dan &#8220;nomos&#8221; yang berarti hukum atau aturan. Gastronomi mencakup berbagai aspek, termasuk:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Teknik Memasak:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Memahami berbagai metode memasak dan pengaruhnya terhadap rasa dan tekstur makanan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Sejarah Makanan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Studi tentang asal-usul makanan dan pengaruh peristiwa sejarah terhadap perkembangan kuliner.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kebiasaan Makan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Penelitian tentang kebiasaan makan di berbagai budaya dan pengaruh sosial-ekonomi terhadap cara makan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Nutrisi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Memahami komposisi nutrisi dari makanan dan dampaknya terhadap kesehatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Budaya Makanan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Eksplorasi bagaimana makanan mencerminkan identitas budaya dan digunakan dalam ritual serta perayaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Estetika Makanan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Seni penyajian makanan dan pengaruh tampilan terhadap persepsi rasa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Ekonomi Makanan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Analisis industri makanan dari produksi hingga distribusi dan dampaknya terhadap ekonomi lokal dan global.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Sains Makanan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Studi tentang komposisi kimia makanan dan proses biologis selama memasak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Gastronomi di Daerah Istimewa Yogyakarta<\/b><\/h3>\n<figure id=\"attachment_615\" aria-describedby=\"caption-attachment-615\" style=\"width: 1020px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-615 size-large\" src=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/jajanan-pasar-1024x576.jpg\" alt=\"Gastronomi DIY\" width=\"1020\" height=\"574\" srcset=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/jajanan-pasar-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/jajanan-pasar-300x169.jpg 300w, https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/jajanan-pasar-768x432.jpg 768w, https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/jajanan-pasar-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/jajanan-pasar-107x60.jpg 107w, https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/jajanan-pasar.jpg 1920w\" sizes=\"(max-width: 1020px) 100vw, 1020px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-615\" class=\"wp-caption-text\">Gastronomi DIY<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki kekayaan gastronomi yang mencerminkan budaya, sejarah, dan kearifan lokal. Beberapa elemen penting dari gastronomi DIY meliputi:<\/span><\/p>\n<h4><b>Makanan Tradisional<\/b><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mangut lele:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Hidangan ikan lele yang dimasak dengan kuah santan pedas dan bumbu rempah khas. Rasanya gurih dan sedikit pedas, sering disajikan dengan nasi hangat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Ingkung:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Masakan tradisional berupa ayam kampung utuh yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah. Biasanya disajikan dalam acara-acara adat atau upacara keagamaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Ayam Goreng Kalasan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Ayam Goreng Kalasan adalah salah satu hidangan khas Yogyakarta yang terkenal dan memiliki rasa yang khas manis gurih karena penggunaan kecap manis, gula merah, dan air asam jawa dalam bumbunya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Thiwul Ayu:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Makanan khas yang terbuat dari tepung singkong yang dikukus, kemudian disajikan dengan kelapa parut dan gula merah. Teksturnya kenyal dan rasanya manis gurih.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Geplak:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Camilan manis yang terbuat dari kelapa parut, gula, dan pewarna alami. Bentuknya bulat kecil dengan rasa manis yang khas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Yangko:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kue tradisional yang terbuat dari tepung ketan dengan tekstur kenyal dan rasa manis. Biasanya diisi dengan kacang hijau atau kacang merah dan diberi lapisan tepung ketan di luar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Klanting:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Camilan tradisional yang terbuat dari tepung ketela pohon, berbentuk seperti cincin kecil, dan digoreng hingga renyah. Biasanya diberi bumbu gurih.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Geblek Tempe Besengek:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Makanan khas yang terdiri dari geblek (tepung singkong yang digoreng) dan tempe besengek (tempe yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah). Rasanya gurih dan sedikit pedas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Walang Goreng:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Camilan unik yang terbuat dari belalang yang digoreng kering dengan bumbu. Rasanya gurih dan renyah, populer di beberapa daerah di Jawa Tengah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Bakmi Jawa:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Hidangan mie yang dimasak dengan campuran bumbu tradisional Jawa. Bisa berupa mie goreng atau mie kuah, biasanya disajikan dengan sayuran, ayam, dan telur.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mie Lethek:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mie tradisional yang terbuat dari tepung tapioka dan gaplek (tepung singkong kering). Warna mie ini agak kusam (lethek dalam bahasa Jawa), disajikan dengan bumbu sederhana dan sayuran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Sego Pecel:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Nasi yang disajikan dengan berbagai jenis sayuran rebus dan disiram dengan bumbu kacang pedas. Biasanya dilengkapi dengan lauk seperti tempe, tahu, dan rempeyek.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Sego Abang Jangan Ndeso:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Hidangan tradisional yang terdiri dari nasi merah (sego abang) yang disajikan dengan berbagai macam sayur ndeso (sayuran kampung) dengan bumbu khas Jawa.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Roti Kembang Waru:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kue tradisional yang bentuknya menyerupai bunga waru dengan kelopak yang mekar, dibuat dari campuran tepung terigu, telur, gula, dan santan. Roti ini memiliki tekstur yang lembut dan rasa manis gurih.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><b>Jajanan Pasar<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jajanan pasar adalah berbagai macam kudapan tradisional yang biasanya dijual di pasar-pasar tradisional di Indonesia. Jajanan ini seringkali dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung, gula, kelapa, dan pisang. Berikut adalah beberapa contoh jajanan pasar:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kipo:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Jajanan khas Kotagede yang terbuat dari tepung ketan berisi parutan kelapa dan gula merah, dibentuk kecil-kecil dan dibungkus daun pisang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Klepon:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Bola-bola kecil yang terbuat dari tepung ketan berisi gula merah cair dan dilapisi parutan kelapa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Lopis:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ketan yang dikukus, dibungkus daun pisang, dan disajikan dengan parutan kelapa dan sirup gula merah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Gatot<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Makanan tradisional khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari singkong.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Serabi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Pancake tradisional yang terbuat dari tepung beras dan santan, biasanya disajikan dengan kuah kinca (gula merah cair).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Onde-onde:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Bola-bola yang terbuat dari tepung ketan, berisi pasta kacang hijau manis, dan dilapisi wijen di bagian luar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Dadar Gulung:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Pancake gulung yang terbuat dari tepung beras dan santan, diisi dengan parutan kelapa yang dimasak dengan gula merah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Getuk:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kudapan yang terbuat dari singkong yang dihaluskan dan dicampur dengan gula, kemudian disajikan dengan taburan kelapa parut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kue Cucur:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kue berbentuk bulat pipih yang terbuat dari tepung beras dan gula merah, digoreng hingga bertekstur renyah di tepi dan lembut di tengah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Arem-arem:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Nasi yang dibungkus daun pisang dan diisi dengan sayuran, daging, atau sambal, kemudian dikukus.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kue Lapis:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kue berlapis-lapis yang terbuat dari tepung beras, santan, dan pewarna alami. Setiap lapisannya memiliki warna dan rasa yang berbeda.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Cenil:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Jajanan yang terbuat dari tepung ketan atau singkong, berwarna-warni, bertekstur kenyal, dan disajikan dengan parutan kelapa serta gula pasir.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><b>Minuman Khas<\/b><\/h4>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Wedang Ronde:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Minuman hangat dengan bola-bola ketan berisi kacang tanah, disajikan dalam kuah jahe manis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Wedang Uwuh:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Minuman herbal yang terbuat dari campuran jahe, secang, kayu manis, dan daun pandan, dengan manfaat kesehatan yang dipercaya luas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Wedang Jahe<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Minuman tradisional yang terbuat dari jahe segar yang direbus dengan gula merah dan beberapa menggunakan daun pandan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Wedang Sereh:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Minuman hangat yang terbuat dari serai yang direbus dengan gula batu dan daun pandan, memberikan rasa hangat dan segar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Jamu Gendong:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Minuman herbal tradisional yang dijual oleh penjual keliling (gendong). Beragam jenis jamu ditawarkan, seperti kunyit asam, beras kencur, dan temulawak, yang memiliki berbagai manfaat kesehatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Cendol\/Dawet:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Minuman segar yang terbuat dari cendol (tepung beras yang dibentuk seperti cacing kecil) yang disajikan dengan santan, gula merah cair, dan es serut. Rasanya manis dan menyegarkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Bir Jawa:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Minuman tradisional dari Jawa yang terbuat dari campuran berbagai rempah-rempah seperti jahe, kayu manis, cengkeh, serai, pandan, dan gula aren. Meskipun disebut &#8220;bir,&#8221; minuman ini tidak mengandung alkohol sama sekal.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h4><b>Pasar dan Sentra Kuliner<\/b><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pasar Beringharjo:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Pasar tradisional yang memberikan pengalaman kuliner yang khas, seperti sate\u00a0 kerenyos, empal daging sapi, soto ayam kampung, soto daging, sate puritan, angkringan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Teras Malioboro:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Pusat perbelanjaan dan wisata kuliner kaki lima, terdapat ragam pilihan dari angkringan, warung makanan, jajanan pasar dan oleh-oleh kas dan terdapat dua event rutin yang menari, festival angkringan dan festival bakpia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pasar Kranggan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">; Memberikan pengalaman unik menggabungkan kekayaan rasa lokal dengan sentuhan modern. Terletak di lantai 2 Pasar Kranggan bisa dianggap sebagai surga bagi penikmat makanan yang mencari pengalaman makan mewah dengan harga yang terjangkau.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Berbagai Pasar Kuliner: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Di berbagai tempat di DIY berkembang pasar atau tempat yang khusus menjual berbagai macam makanan dan minuman. Pasar kuliner menawarkan berbagai pilihan makanan dari berbagai masakan, mulai dari masakan lokal hingga internasional. Beberapa diantaranya Alun-alun kidul, Pasar Ngasem, Pasar Seni Kaki langit, Pasar Legi Kotagede, dan Pasar prawirotaman.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><b>Festival Kuliner<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yogyakarta sering mengadakan festival kuliner yang mempromosikan makanan tradisional dan kreasi kuliner modern. Festival Angkringan dan Festival Bakpia adalah salah satu acara yang yang secara rutin diadakan di Teras Malioboro. Festival kuliner yang populer lainnya seperti Pasar kangen, Wiwitan Pasa, Jogja Refoodlution, dan Festival Kuliner Dunia.<\/span><\/p>\n<h3><b>Digital Marketing dalam Gastronomi Yogyakarta<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Digital marketing telah menjadi alat penting untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan kuliner Yogyakarta ke khalayak global. Berikut beberapa cara digital marketing berperan dalam gastronomi Yogyakarta:<\/span><\/p>\n<h4><b>Promosi Melalui SiBakul Jogja<\/b><\/h4>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-613\" src=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/seo-sibakul.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/seo-sibakul.jpg 1920w, https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/seo-sibakul-300x169.jpg 300w, https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/seo-sibakul-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/seo-sibakul-768x432.jpg 768w, https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/seo-sibakul-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/seo-sibakul-107x60.jpg 107w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SiBakul Jogja merupakan tempat yang sangat baik untuk pemasaran, dengan skor otoritas domain 73 dan rangking Google 8.6, Konten SIBakul Jogja ditampilkan sebanyak 34 juta kali per tahun oleh Google. SiBakul Jogja dilengkapi fasilitas MarketHUB, Ini merupakan peluang untuk pengusaha kuliner menggunakan SiBakul untuk mempromosikan menu, memberikan informasi, dan menerima pesanan secara online. SiBakul Jogja menggunakan teknik SEO meningkatkan visibilitas website di mesin pencari.<\/span><\/p>\n<h4><b>Promosi Melalui Media Sosial<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok digunakan untuk memposting foto dan video makanan, berbagi pengalaman kuliner, dan memberikan rekomendasi tempat makan. Influencer dan food bloggers juga berperan penting dalam mempromosikan kuliner Yogyakarta.<\/span><\/p>\n<h4><b>Aplikasi dan Platform Pemesanan Makanan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aplikasi seperti Go Food, GrabFood, dan layanan pengiriman lainnya memudahkan pemesanan makanan khas Yogyakarta secara online, menjangkau lebih banyak pelanggan.<\/span><\/p>\n<h4><b>Review Online dan Rating<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Situs seperti TripAdvisor, Google Reviews, dan Zomato memungkinkan pelanggan memberikan ulasan dan rating, yang dapat meningkatkan reputasi restoran dan menarik lebih banyak pelanggan.<\/span><\/p>\n<h4><b>Content Marketing dan Blogging<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konten seperti artikel blog, video tutorial memasak, dan cerita tentang sejarah makanan khas menarik minat pembaca dan membangun loyalitas pelanggan.<\/span><\/p>\n<h4><b>Kampanye Influencer dan Kolaborasi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kolaborasi dengan influencer dan selebriti meningkatkan visibilitas restoran dan menarik pengikut mereka untuk mencoba makanan tertentu.<\/span><\/p>\n<h4><b>Email Marketing dan Newsletter<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisnis kuliner mengirimkan newsletter berisi promosi, penawaran khusus, dan informasi acara kepada pelanggan, mempertahankan hubungan dan menarik pelanggan baru.<\/span><\/p>\n<h4><b>Video Marketing<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Video promosi dan konten video lainnya yang dibagikan melalui YouTube dan platform video lainnya meningkatkan minat terhadap kuliner Yogyakarta.<\/span><\/p>\n<h4><b>E-Commerce dan Penjualan Produk Kuliner<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk makanan khas dijual melalui platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak, mencapai pelanggan di luar Yogyakarta dan bahkan internasional.<\/span><\/p>\n<h4><b>Virtual Events dan Cooking Classes<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Restoran dan chef menawarkan kelas memasak virtual dan acara kuliner online, menghibur dan mendidik sekaligus mempromosikan brand mereka secara global.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui berbagai strategi digital marketing ini, gastronomi Yogyakarta dapat diperkenalkan dan dinikmati oleh lebih banyak orang di seluruh dunia, meningkatkan kesadaran, popularitas, dan pendapatan bagi bisnis kuliner lokal. Gastronomi Yogyakarta tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memperkaya pengalaman budaya, menjadikannya bagian integral dari identitas dan daya tarik wisata Yogyakarta.<\/span><\/p>\n<h3>Digital Campaign 2024: Gastronomi DIY<\/h3>\n<p>Dipandu oleh <a href=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/mengenal-saya-yudi-wahyudi\/\">Yudi Wahyudi<\/a> dari PT <a href=\"https:\/\/ptgcb.com\/\">Generasi Cinta Bumi<\/a><\/p>\n<h4><b>Tujuan Kegiatan:<\/b><\/h4>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Meningkatkan Kesadaran:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Memperkenalkan makanan khas dan kekayaan kuliner Yogyakarta kepada khalayak yang lebih luas melalui platform digital.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Meningkatkan Daya Tarik Wisata Kuliner:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi kuliner yang menarik bagi wisatawan lokal dan internasional.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Meningkatkan Penjualan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Menggerakkan pertumbuhan bisnis kuliner lokal dengan meningkatkan jumlah pelanggan dan penjualan melalui strategi digital marketing.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Memperkuat Identitas Budaya:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mempromosikan warisan budaya dan sejarah melalui makanan khas, menjadikannya sebagai bagian penting dari identitas Yogyakarta.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mendorong Inovasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Menginspirasi pelaku bisnis kuliner untuk menciptakan inovasi baru dan mencampurkan unsur tradisional dengan konsep modern dalam penyajian dan promosi kuliner.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h4><b>Manfaat Kegiatan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan ini memberikan manfaat yang signifikan bagi pelaku kuliner, pemerintah, dan masyarakat secara keseluruhan:<\/span><\/p>\n<p><b>Bagi Pelaku Kuliner:<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Meningkatkan Penjualan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Dengan meningkatkan visibilitas dan promosi melalui digital marketing, pelaku kuliner dapat menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan penjualan mereka.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Meningkatkan Brand Awareness:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Digital campaign dapat membantu membangun brand awareness bagi pelaku kuliner, membuatnya lebih dikenal dan diingat oleh masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Menjangkau Pasar yang Lebih Luas:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Melalui promosi online, pelaku kuliner dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan lokal dan internasional yang mencari pengalaman kuliner autentik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mendorong Inovasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Dengan berpartisipasi dalam digital campaign, pelaku kuliner didorong untuk mengembangkan inovasi baru dalam penyajian, konsep, dan promosi kuliner mereka.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Bagi Pemerintah:<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Peningkatan Pariwisata:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Digital campaign yang sukses dapat meningkatkan daya tarik pariwisata kuliner Yogyakarta, memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi daerah dan meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pelestarian Budaya:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Dengan mempromosikan makanan khas dan warisan kuliner lokal, pemerintah dapat membantu memelihara dan melestarikan budaya kuliner tradisional Yogyakarta.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pemberdayaan Pelaku Usaha Kecil:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mendukung pelaku usaha kuliner lokal dalam memanfaatkan teknologi dan digital marketing dapat meningkatkan keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi mikro di daerah.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Bagi Masyarakat:<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pengalaman Kuliner yang Lebih Beragam:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Masyarakat dapat menikmati beragam pilihan makanan khas Yogyakarta yang dipromosikan melalui digital campaign, memperkaya pengalaman kuliner mereka.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Meningkatkan Kesadaran Budaya:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Digital campaign juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan warisan budaya dan kuliner lokal, membantu menjaga keberlanjutan tradisi kuliner daerah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Peningkatan Aksesibilitas:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Dengan memanfaatkan platform pemesanan makanan dan e-commerce, masyarakat dapat dengan mudah mengakses dan menikmati kuliner khas Yogyakarta tanpa harus berkunjung langsung ke tempatnya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara keseluruhan, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi ekosistem kuliner, pariwisata, dan budaya Yogyakarta serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.<\/span><\/p>\n<h4><b>Metode Pelatihan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode pelatihan mencakup kombinasi antara teori dan praktek, sehingga peserta dapat memperoleh pemahaman yang mendalam dan juga keterampilan praktis yang diperlukan. Berikut adalah pendekatan yang menggabungkan teori dan praktek dalam pelatihan digital campaign:<\/span><\/p>\n<p><b>1. Pengantar dan Penjelasan Konsep (Teori)<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengantar dan penjelasan konsep dasar mengenai digital marketing dan strategi kampanye.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyampaian teori-teori dasar seperti definisi digital marketing, tren industri, konsep SEO, SiBakul Jogja, social media marketing, dan lainnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan contoh kasus dan studi untuk mengilustrasikan konsep-konsep tersebut dalam konteks praktis.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>2. Workshop dan Diskusi Kelompok (Praktek)<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menjelaskan konsep dasar, dilanjutkan dengan sesi workshop yang melibatkan peserta aktif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan kasus studi atau latihan yang mengharuskan peserta menerapkan konsep yang telah dipelajari dalam situasi praktis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengadakan diskusi kelompok untuk berbagi pengalaman, ide, dan solusi antara peserta.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>3. Studi Kasus dan Analisis (Teori dan Praktek)<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan studi kasus nyata yang mencakup implementasi strategi digital marketing dalam industri kuliner.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengajak peserta untuk menganalisis dan mengevaluasi studi kasus tersebut, serta mengidentifikasi pelajaran yang dapat diambil untuk diterapkan dalam konteks mereka sendiri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendiskusikan strategi, taktik, dan hasil dari studi kasus tersebut untuk memperdalam pemahaman peserta tentang konsep-konsep yang telah dipelajari.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>4. Praktek<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peserta dapat langsung menerapkan konsep-konsep yang telah dipelajari.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membuat simulasi situasi nyata yang menantang peserta untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kampanye digital dalam lingkungan yang terkendali.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan umpan balik dan bimbingan kepada peserta untuk membantu mereka meningkatkan keterampilan dan pemahaman mereka.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>5. Penugasan Proyek (Teori dan Praktek)<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan penugasan proyek yang mengharuskan peserta untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kampanye digital secara mandiri atau dalam kelompok.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memberikan penugasan proyek, peserta dapat menerapkan konsep-konsep yang telah dipelajari dalam konteks nyata dan mengembangkan keterampilan praktis mereka.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan panduan yang jelas dan kriteria penilaian yang terukur untuk membantu peserta dalam menyelesaikan penugasan dengan sukses.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menggabungkan teori dan praktek dalam pelatihan digital campaign, peserta dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif dan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung dalam lingkungan kerja mereka. Ini akan membantu mereka menjadi lebih siap dan terampil dalam memanfaatkan digital marketing untuk mempromosikan kuliner Yogyakarta dan mencapai tujuan bisnis mereka.<\/span><\/p>\n<h4><b>Materi Pelatihan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Materi yang diajarkan dalam pelatihan digital campaign ini mencakup berbagai aspek yang relevan dengan merencanakan, melaksanakan, dan mengelola kampanye pemasaran digital yang efektif untuk mempromosikan kuliner di DIY. Berikut adalah materi Digital Campaign:<\/span><\/p>\n<p><b>1. Pengantar Digital Marketing<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Definisi digital marketing dan peranannya dalam industri kuliner.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tren dan perkembangan terkini dalam digital marketing.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>2. Strategi Pemasaran Digital<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengembangan strategi pemasaran digital yang sesuai dengan tujuan bisnis dan audiens target.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Identifikasi platform dan kanal yang tepat untuk mencapai audiens target.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>3. SiBakul Jogja\u00a0<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengenalan SIBakul Jogja, FItur dan Keunggulan untuk Pemasaran Online<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Praktek Pendaftaran, melengkapi data dan akses MarketHUB.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembuatan akun website usaha kuliner di SiBakul Jogja\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>4. Media Sosial Marketing<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengetahuan tentang platform media sosial utama (Instagram, Facebook, Twitter, dll.).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembuatan konten yang menarik dan berinteraksi dengan audiens.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan iklan sosial untuk meningkatkan visibilitas dan keterlibatan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>5. Search Engine Optimization (SEO)<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dasar-dasar SEO dan praktik terbaik untuk meningkatkan peringkat pencarian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengoptimalan situs web SiBakul Jogja dan konten untuk mesin pencari.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>6. Pengembangan Konten (Story Telling)<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyusunan Story Telling<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembuatan konten yang relevan, menarik, dan bernilai bagi audiens.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan gambar, video, dan teks untuk mendukung story telling.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>7. Penggunaan Aplikasi dan Platform Pemesanan Makanan<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemanfaatan aplikasi pemesanan makanan populer (GoFood, GrabFood, dll.) untuk meningkatkan penjualan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Praktik terbaik dalam memanfaatkan platform pemesanan makanan untuk promosi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>8. Strategi Influencer Marketing<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Identifikasi influencer yang tepat untuk merepresentasikan merek kuliner.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kolaborasi dengan influencer untuk meningkatkan kesadaran merek dan keterlibatan audiens.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>9. Analisis dan Pengukuran Kinerja<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan alat analisis untuk melacak dan mengukur kinerja kampanye.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Evaluasi hasil kampanye dan identifikasi peluang perbaikan di masa depan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>10. Etika dan Kepatuhan<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemahaman tentang etika digital marketing dan praktik yang sah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kepatuhan terhadap aturan dan regulasi yang berlaku dalam pemasaran digital.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembayaran Digital dan Keamanan Transaksi\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>11. Studi Kasus dan Praktik Terbaik<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tinjauan kasus studi nyata dalam industri kuliner yang menunjukkan strategi dan taktik yang efektif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelajaran dari praktik terbaik dan kesalahan umum dalam kampanye pemasaran digital.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan materi-materi tersebut, peserta akan memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana merencanakan, melaksanakan, dan mengelola kampanye digital yang sukses untuk mempromosikan kuliner Yogyakarta secara efektif kepada audiens target mereka.<\/span><\/p>\n<h4><b>Target Peserta<\/b><\/h4>\n<p><b>1. Pelaku Usaha Kuliner Lokal<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilik dan pengelola restoran, warung makan, kafe, atau usaha kuliner lainnya di Yogyakarta yang ingin meningkatkan kehadiran online dan meningkatkan penjualan mereka.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>2. Pengelola Wisata atau Pasar Kuliner<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelola destinasi wisata kuliner yang bertanggung jawab untuk mempromosikan kuliner Yogyakarta kepada wisatawan lokal dan internasional.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>3. Blogger dan Influencer Wisata Kuliner<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Blogger kuliner, pengamat makanan, atau influencer media sosial yang ingin memperdalam pemahaman mereka tentang strategi pemasaran digital dan mengembangkan keterampilan untuk mendukung merek-merek kuliner DIY.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><b>SiLabus DIgital Campaign<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah contoh silabus pelatihan digital campaign untuk mempromosikan kuliner Yogyakarta selama 3 hari, dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore:<\/span><\/p>\n<h4><b>Hari 1: Pengantar Digital Marketing dan Strategi Pemasaran<\/b><\/h4>\n<p><b>Pagi (08:00 &#8211; 12:00)<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">08:00 &#8211; 08:30: Registrasi Peserta dan Pembukaan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">08:30 &#8211; 10:00: Pengantar Digital Marketing<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Definisi dan Peran Digital Marketing<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tren dan Perkembangan Terkini<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">10:00 &#8211; 10:15: Istirahat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">10:15 &#8211; 12:00: Strategi Pemasaran Digital<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengembangan Strategi sesuai Tujuan Bisnis<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Identifikasi Audiens Target dan Platform yang Tepat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Siang (12:00 &#8211; 13:00)<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">12:00 &#8211; 13:00: Istirahat Makan Siang<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Sore (13:00 &#8211; 16:00)<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">13:00 &#8211; 14:30: SiBakul Jogja<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengenalan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendaftaran, Melengkapi Data<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akses MarketHUB<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">14:30 &#8211; 14:45: Istirahat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">14:45 &#8211; 16:00: Workshop: Media Sosial Marketing<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembuatan Konten yang Menarik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Story telling di media sosial<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h4><b>Hari 2: Implementasi dan Pengukuran Kinerja<\/b><\/h4>\n<p><b>Pagi (08:00 &#8211; 12:00)<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">08:00 &#8211; 10:00: Search Engine Optimization (SEO)<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dasar-dasar SEO<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengoptimalan Konten untuk Mesin Pencari<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">10:00 &#8211; 10:15: Istirahat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">10:15 &#8211; 12:00: Foto produk Pengembangan Konten<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Praktek Foto produk\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Editing dan Optimasi Foto<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Siang (12:00 &#8211; 13:00)<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">12:00 &#8211; 13:00: Istirahat Makan Siang<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Sore (13:00 &#8211; 16:00)<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">13:00 &#8211; 14:30: Pengembangan Konten<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembuatan Konten yang Menarik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengembangan Story Telling dengan AI dan SEO<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">14:30 &#8211; 14:45: Istirahat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">14:45 &#8211; 16:00: Penggunaan Aplikasi dan Platform Pemesanan Makanan<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">GoFood, GrabFood, dan Platform Lainnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Praktik Terbaik dalam Memanfaatkan Platform Pemesanan Makanan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h4><b>Hari 3: Analisis dan Peningkatan<\/b><\/h4>\n<p><b>Pagi (08:00 &#8211; 12:00)<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">08:00 &#8211; 10:00: Penyusunan Website\u00a0<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Desain komunikasi visual<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembuatan konten Story Telling<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">10:00 &#8211; 10:15: Istirahat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">10:15 &#8211; 12:00: Strategi komunikasi Digital Marketing\u00a0<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyusunan Toko Utama<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Integrasi aset digital dan optimasi pasar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kolaborasi dan Influencer Marketing<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Siang (12:00 &#8211; 13:00)<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">12:00 &#8211; 13:00: Istirahat Makan Siang<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Sore (13:00 &#8211; 16:00)<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">13:00 &#8211; 14:30: Etika dan Kepatuhan dalam Pemasaran Digital<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip-prinsip Etika<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kepatuhan Terhadap Aturan dan Regulasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembayaran digital dan Keamanan Transaksi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">14:30 &#8211; 14:45: Istirahat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">14:45 &#8211; 16:00: Workshop: Penyesuaian dan Peningkatan<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Simulasi Komunikasi Digital<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan Umpan Balik untuk Peningkatan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyusunan Rencana Tindak Lanjut dan Pengembangan Strategi Lebih Lanjut<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan silabus ini, peserta akan mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang berbagai aspek pemasaran digital dalam konteks promosi kuliner DIY. Selain itu, waktu yang diberikan untuk workshop dan latihan praktis akan membantu peserta dalam mengaplikasikan konsep-konsep yang telah dipelajari secara langsung.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gastronomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bukan hanya soal makan dan memasak; ini adalah seni memahami konteks yang lebih luas di mana makanan diproduksi dan dikonsumsi. Dengan pendekatan yang holistik, gastronomi membantu kita menghargai tradisi kuliner, menjaga warisan, dan mendorong inovasi dalam industri makanan. Selain itu, gastronomi memainkan peran penting dalam pariwisata kuliner, di mana makanan &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":614,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[17,27,24],"tags":[],"class_list":["post-612","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-branding-dan-selling","category-optimasi-web"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Digital Campaign 2024: Gastronomi DIY - Melampaui Makanan,<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Digital Campaign 2024 telah menjadi alat penting untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan kuliner Yogyakarta ke khalayak global.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Digital Campaign 2024: Gastronomi DIY - Melampaui Makanan,\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Digital Campaign 2024 telah menjadi alat penting untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan kuliner Yogyakarta ke khalayak global.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yudi Wahyudi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-06T22:05:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/gudeg.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sibakul\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sibakul\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"19 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/\",\"url\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/\",\"name\":\"Digital Campaign 2024: Gastronomi DIY - Melampaui Makanan,\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/gudeg.jpg\",\"datePublished\":\"2024-06-06T22:05:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#\/schema\/person\/b2cadb09d5b019b3310330a26883f5bd\"},\"description\":\"Digital Campaign 2024 telah menjadi alat penting untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan kuliner Yogyakarta ke khalayak global.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/gudeg.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/gudeg.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Digital Campaign 2024\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Digital Campaign 2024: Gastronomi DIY &#8211; Melampaui Makanan, Menghubungkan Budaya dengan Digital Marketing\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/\",\"name\":\"Yudi Wahyudi\",\"description\":\"Tim Pengembang SiBakul Jogja\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#\/schema\/person\/b2cadb09d5b019b3310330a26883f5bd\",\"name\":\"sibakul\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7fcc5f187ab1804cfef732c9b50ec924d4765bc365c7757b3e7e2462434e346?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7fcc5f187ab1804cfef732c9b50ec924d4765bc365c7757b3e7e2462434e346?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sibakul\"},\"description\":\"Sibakul Jogja\",\"sameAs\":[\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/author\/sibakul\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Digital Campaign 2024: Gastronomi DIY - Melampaui Makanan,","description":"Digital Campaign 2024 telah menjadi alat penting untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan kuliner Yogyakarta ke khalayak global.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Digital Campaign 2024: Gastronomi DIY - Melampaui Makanan,","og_description":"Digital Campaign 2024 telah menjadi alat penting untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan kuliner Yogyakarta ke khalayak global.","og_url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/","og_site_name":"Yudi Wahyudi","article_published_time":"2024-06-06T22:05:21+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/gudeg.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sibakul","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sibakul","Estimasi waktu membaca":"19 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/","url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/","name":"Digital Campaign 2024: Gastronomi DIY - Melampaui Makanan,","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/gudeg.jpg","datePublished":"2024-06-06T22:05:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#\/schema\/person\/b2cadb09d5b019b3310330a26883f5bd"},"description":"Digital Campaign 2024 telah menjadi alat penting untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan kuliner Yogyakarta ke khalayak global.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/#primaryimage","url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/gudeg.jpg","contentUrl":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/06\/gudeg.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Digital Campaign 2024"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/digital-campaign-2024-gastronomi-diy-melampaui-makanan-menghubungkan-budaya-dengan-digital-marketing\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Digital Campaign 2024: Gastronomi DIY &#8211; Melampaui Makanan, Menghubungkan Budaya dengan Digital Marketing"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#website","url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/","name":"Yudi Wahyudi","description":"Tim Pengembang SiBakul Jogja","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#\/schema\/person\/b2cadb09d5b019b3310330a26883f5bd","name":"sibakul","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7fcc5f187ab1804cfef732c9b50ec924d4765bc365c7757b3e7e2462434e346?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7fcc5f187ab1804cfef732c9b50ec924d4765bc365c7757b3e7e2462434e346?s=96&d=mm&r=g","caption":"sibakul"},"description":"Sibakul Jogja","sameAs":["https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog"],"url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/author\/sibakul\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/612","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=612"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/612\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":616,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/612\/revisions\/616"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/media\/614"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=612"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=612"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=612"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}