{"id":643,"date":"2024-08-24T01:52:36","date_gmt":"2024-08-24T01:52:36","guid":{"rendered":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/?p=643"},"modified":"2024-09-14T11:45:49","modified_gmt":"2024-09-14T11:45:49","slug":"konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/","title":{"rendered":"Konservasi Kawasan Perairan dengan Eco Riparian"},"content":{"rendered":"<p>Riparian adalah istilah yang merujuk pada wilayah yang berada di sepanjang tepi sungai, danau, atau badan air lainnya. Area riparian memiliki peran penting dalam ekosistem karena mereka berfungsi sebagai zona peralihan antara ekosistem akuatik dan daratan.<\/p>\n<p>Ciri-ciri khas dari wilayah riparian meliputi vegetasi yang subur dan bervariasi, karena tanahnya cenderung lembap dan kaya akan nutrisi. Vegetasi ini penting untuk mencegah erosi tanah, menjaga kualitas air, serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Wilayah riparian juga dapat berfungsi sebagai buffer alami yang menyerap kelebihan air, membantu mengurangi risiko banjir di daerah sekitar.<\/p>\n<p>Dalam konteks konservasi lingkungan, melindungi dan memulihkan wilayah riparian sering dianggap krusial karena dampak positifnya terhadap ekosistem dan keanekaragaman hayati.<\/p>\n<h2><b>Apa itu Eco Riparian<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<strong><a href=\"https:\/\/plasticsmartcities.wwf.id\/feature\/article\/eco-riparian-konservasi-lingkungan-dengan-pendekatan-alamiah-di-kawasan-perairan\">Eco Riparian<\/a><\/strong>&#8221; <\/span>adalah konsep yang menggabungkan prinsip-prinsip ekologi dengan manajemen dan pemulihan wilayah riparian untuk mendukung keberlanjutan lingkungan. Konsep ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di daerah riparian (tepi sungai, danau, atau badan air lainnya) dengan cara yang mendukung keanekaragaman hayati, melindungi kualitas air, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.<\/p>\n<p>Dalam eco-riparian, perhatian khusus diberikan pada pemulihan vegetasi alami, pengelolaan penggunaan lahan secara bijak, serta praktik konservasi yang bertujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan fungsi ekosistem riparian. Hal ini dapat mencakup penanaman tumbuhan asli, pembuatan zona penyangga (buffer zones) untuk mencegah polusi masuk ke perairan, serta melibatkan masyarakat lokal dalam upaya konservasi dan restorasi.<\/p>\n<p>Tujuan utama dari pendekatan eco-riparian adalah untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara aktivitas manusia dan lingkungan alam, sehingga wilayah riparian dapat terus menyediakan jasa ekosistem yang vital seperti penyaringan air, pencegahan erosi, dan penyediaan habitat bagi spesies-spesies penting.<\/p>\n<h2><b>Bentuk Kegiatan Eco Riparian<\/b><\/h2>\n<p>Kegiatan konservasi eco-riparian melibatkan berbagai tindakan yang dirancang untuk melindungi, memulihkan, dan memelihara wilayah riparian (tepi sungai, danau, atau badan air lainnya) agar dapat berfungsi optimal dalam mendukung ekosistem dan keanekaragaman hayati. Berikut adalah beberapa bentuk kegiatan konservasi eco-riparian:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Restorasi Vegetasi Asli<\/strong>: Penanaman kembali tanaman asli di area riparian yang telah terganggu atau rusak. Vegetasi ini berperan penting dalam mencegah erosi tanah, menyaring polutan, dan menyediakan habitat bagi satwa liar.<\/li>\n<li><strong>Pembuatan Buffer Zones<\/strong>: Mendirikan zona penyangga berupa vegetasi alami di sepanjang tepi badan air. Buffer zones ini berfungsi untuk menangkap dan menyaring polusi dari aktivitas pertanian, perkotaan, atau industri sebelum mencapai perairan.<\/li>\n<li><strong>Pengendalian Erosi<\/strong>: Penerapan teknik untuk mencegah erosi tanah di sepanjang tepi sungai atau danau. Ini bisa meliputi pemasangan struktur penghalang, penggunaan material organik untuk menstabilkan tanah, atau penanaman vegetasi yang akarnya kuat.<\/li>\n<li><strong>Pengelolaan Aliran Air<\/strong>: Mengatur aliran air untuk mencegah banjir, erosi, dan degradasi habitat. Hal ini bisa mencakup pengendalian penggunaan air di hulu sungai atau pembangunan fasilitas yang mendukung aliran air alami.<\/li>\n<li><strong>Rehabilitasi Habitat Satwa Liar<\/strong>: Membangun atau memulihkan habitat yang hilang atau rusak di daerah riparian untuk mendukung keberadaan satwa liar. Ini bisa melibatkan pembuatan kolam, tempat bertelur bagi ikan, atau sarang burung.<\/li>\n<li><strong>Pengelolaan Limbah dan Polusi<\/strong>: Implementasi praktik untuk mengurangi masuknya limbah dan polutan ke dalam badan air melalui wilayah riparian. Ini bisa meliputi pengelolaan limbah pertanian, pemantauan kualitas air, dan edukasi tentang pengurangan penggunaan pestisida dan pupuk.<\/li>\n<li><strong>Edukasi dan Partisipasi Masyarakat<\/strong>: Mengedukasi masyarakat lokal tentang pentingnya wilayah riparian dan mendorong partisipasi mereka dalam kegiatan konservasi. Ini bisa dilakukan melalui program sukarela, pelatihan, atau kampanye kesadaran lingkungan.<\/li>\n<li><strong>Perlindungan Area Lindung<\/strong>: Menetapkan wilayah riparian sebagai area lindung atau kawasan konservasi untuk memastikan perlindungan jangka panjang terhadap habitat dan keanekaragaman hayati yang ada.<\/li>\n<li><strong>Pemantauan dan Penelitian<\/strong>: Melakukan pemantauan rutin terhadap kesehatan ekosistem riparian dan melakukan penelitian untuk memahami perubahan lingkungan serta efektivitas dari upaya konservasi yang dilakukan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan ini, konservasi eco-riparian dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi kualitas air, dan mendukung keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada wilayah tersebut.<\/p>\n<h2><b>Seberapa penting Penerapan Eco RIparian?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penerapan <\/span><b>Eco Riparian<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> sangat penting untuk berbagai alasan ekologis, sosial, dan ekonomi. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa penerapan Eco Riparian sangat krusial:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\"> Melindungi dan Meningkatkan Kualitas Air<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Penyaringan Alami<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Vegetasi di zona riparian berfungsi sebagai penyaring alami, menangkap sedimen, nutrien, dan polutan sebelum mereka mencapai badan air. Ini membantu menjaga kualitas air yang lebih baik untuk keperluan manusia dan ekosistem akuatik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pengendalian Polusi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Eco Riparian membantu mengurangi polusi air dari sumber pertanian, limbah, dan limpasan perkotaan yang bisa mencemari sungai dan danau.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\"> Mencegah Erosi dan Mengurangi Risiko Banjir<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pengendalian Erosi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Akar tanaman di kawasan riparian membantu menstabilkan tanah, mengurangi erosi tepi sungai, dan mencegah tanah longsor.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Manajemen Banjir<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Daerah riparian berfungsi sebagai zona penyangga yang dapat menyerap air selama banjir, mengurangi kecepatan aliran air, dan mengurangi dampak banjir di hilir.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"3\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Mendukung Keanekaragaman Hayati<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Habitat untuk Satwa Liar<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Kawasan riparian menyediakan habitat penting bagi berbagai spesies tumbuhan dan hewan, termasuk spesies yang terancam punah. Daerah ini juga mendukung koridor ekologis yang memungkinkan satwa liar bermigrasi dan berinteraksi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Keseimbangan Ekosistem<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Dengan menyediakan habitat yang kaya, Eco Riparian membantu mempertahankan keseimbangan ekosistem antara daratan dan perairan, serta mendukung keanekaragaman hayati yang lebih besar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"4\">\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\"> Manfaat Ekonomi dan Sosial<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pengelolaan Sumber Daya Alam<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Dengan menjaga kualitas air dan mengurangi erosi, Eco Riparian mendukung pertanian berkelanjutan, perikanan, dan kegiatan ekonomi lainnya yang bergantung pada sumber daya air yang sehat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Rekreasi dan Pariwisata<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Daerah riparian yang dikelola dengan baik menawarkan peluang rekreasi seperti memancing, berperahu, dan hiking, yang bisa menjadi daya tarik wisata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"5\">\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\"> Adaptasi terhadap Perubahan Iklim<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mitigasi Dampak Perubahan Iklim<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Eco Riparian membantu mengurangi dampak perubahan iklim dengan menjaga keseimbangan hidrologis, mengurangi risiko banjir, dan menyediakan karbon sink melalui vegetasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Meningkatkan Ketahanan Ekosistem<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Kawasan riparian yang sehat dapat meningkatkan ketahanan ekosistem terhadap perubahan iklim, seperti peningkatan suhu dan perubahan pola curah hujan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"6\">\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\"> Kesehatan Masyarakat<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Penyediaan Air Bersih<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Dengan melindungi kualitas air, Eco Riparian memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat, yang sangat penting untuk kesehatan manusia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pengurangan Risiko Kesehatan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Pengelolaan kawasan riparian juga membantu mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan banjir, polusi air, dan penyakit yang ditularkan melalui air.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"7\">\n<li>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\"> Penguatan Kebijakan Lingkungan<\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Implementasi Kebijakan Berkelanjutan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Penerapan Eco Riparian mendukung kebijakan lingkungan yang berkelanjutan, mendorong partisipasi masyarakat, dan memperkuat regulasi dalam menjaga kawasan riparian.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penerapan Eco Riparian bukan hanya penting untuk melindungi ekosistem perairan dan daratan, tetapi juga untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan semakin meningkatnya tekanan pada sumber daya alam akibat perubahan iklim, urbanisasi, dan aktivitas manusia lainnya, Eco Riparian menjadi strategi kunci dalam menjaga keberlanjutan dan kesehatan ekosistem di sepanjang kawasan riparian.<\/span><\/p>\n<p>Artikel ditulis oleh:\u00a0<a href=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/mengenal-saya-yudi-wahyudi\/\"><strong>Yudi Wahyudi<\/strong><\/a> Sebagai Bentuk Penguatan Kampanye Green UKM di SIBakul Jogja dan <a href=\"https:\/\/plasticsmartcities.wwf.id\/about\/company\">Plastic Smart Cities<\/a>\u00a0yang merupakan salah satu kegiatan strategis\u00a0<a href=\"https:\/\/www.wwf.id\/id\/siapa-kami\">WWF Indonesia<\/a> dan dipublikasikan dengan judul yang sama dengan link: https:\/\/plasticsmartcities.wwf.id\/feature\/article\/eco-riparian-konservasi-lingkungan-dengan-pendekatan-alamiah-di-kawasan-perairan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Riparian adalah istilah yang merujuk pada wilayah yang berada di sepanjang tepi sungai, danau, atau badan air lainnya. Area riparian memiliki peran penting dalam ekosistem karena mereka berfungsi sebagai zona peralihan antara ekosistem akuatik dan daratan. Ciri-ciri khas dari wilayah riparian meliputi vegetasi yang subur dan bervariasi, karena tanahnya cenderung lembap dan kaya akan nutrisi. &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":644,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[279,296],"tags":[],"class_list":["post-643","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","category-wwf"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Konservasi Kawasan Perairan dengan Eco Riparian<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"&quot;Eco Riparian&quot; adalah istilah yang merujuk pada pendekatan ekologi yang berfokus pada pelestarian, pemulihan, dan pengelolaan daerah riparian\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Konservasi Kawasan Perairan dengan Eco Riparian\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&quot;Eco Riparian&quot; adalah istilah yang merujuk pada pendekatan ekologi yang berfokus pada pelestarian, pemulihan, dan pengelolaan daerah riparian\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yudi Wahyudi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-24T01:52:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-14T11:45:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/08\/Eco-Riparian-Konservasi-Lingkungan-dengan-Pendekatan-Alamiah-di-Kawasan-Perairan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sibakul\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sibakul\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/\",\"url\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/\",\"name\":\"Konservasi Kawasan Perairan dengan Eco Riparian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/08\/Eco-Riparian-Konservasi-Lingkungan-dengan-Pendekatan-Alamiah-di-Kawasan-Perairan.jpg\",\"datePublished\":\"2024-08-24T01:52:36+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-14T11:45:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#\/schema\/person\/b2cadb09d5b019b3310330a26883f5bd\"},\"description\":\"\\\"Eco Riparian\\\" adalah istilah yang merujuk pada pendekatan ekologi yang berfokus pada pelestarian, pemulihan, dan pengelolaan daerah riparian\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/08\/Eco-Riparian-Konservasi-Lingkungan-dengan-Pendekatan-Alamiah-di-Kawasan-Perairan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/08\/Eco-Riparian-Konservasi-Lingkungan-dengan-Pendekatan-Alamiah-di-Kawasan-Perairan.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Eco Riparian: Konservasi Lingkungan dengan Pendekatan Alamiah di Kawasan Perairan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Konservasi Kawasan Perairan dengan Eco Riparian\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/\",\"name\":\"Yudi Wahyudi\",\"description\":\"Tim Pengembang SiBakul Jogja\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#\/schema\/person\/b2cadb09d5b019b3310330a26883f5bd\",\"name\":\"sibakul\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7fcc5f187ab1804cfef732c9b50ec924d4765bc365c7757b3e7e2462434e346?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7fcc5f187ab1804cfef732c9b50ec924d4765bc365c7757b3e7e2462434e346?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sibakul\"},\"description\":\"Sibakul Jogja\",\"sameAs\":[\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/author\/sibakul\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Konservasi Kawasan Perairan dengan Eco Riparian","description":"\"Eco Riparian\" adalah istilah yang merujuk pada pendekatan ekologi yang berfokus pada pelestarian, pemulihan, dan pengelolaan daerah riparian","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Konservasi Kawasan Perairan dengan Eco Riparian","og_description":"\"Eco Riparian\" adalah istilah yang merujuk pada pendekatan ekologi yang berfokus pada pelestarian, pemulihan, dan pengelolaan daerah riparian","og_url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/","og_site_name":"Yudi Wahyudi","article_published_time":"2024-08-24T01:52:36+00:00","article_modified_time":"2024-09-14T11:45:49+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/08\/Eco-Riparian-Konservasi-Lingkungan-dengan-Pendekatan-Alamiah-di-Kawasan-Perairan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sibakul","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sibakul","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/","url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/","name":"Konservasi Kawasan Perairan dengan Eco Riparian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/08\/Eco-Riparian-Konservasi-Lingkungan-dengan-Pendekatan-Alamiah-di-Kawasan-Perairan.jpg","datePublished":"2024-08-24T01:52:36+00:00","dateModified":"2024-09-14T11:45:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#\/schema\/person\/b2cadb09d5b019b3310330a26883f5bd"},"description":"\"Eco Riparian\" adalah istilah yang merujuk pada pendekatan ekologi yang berfokus pada pelestarian, pemulihan, dan pengelolaan daerah riparian","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/#primaryimage","url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/08\/Eco-Riparian-Konservasi-Lingkungan-dengan-Pendekatan-Alamiah-di-Kawasan-Perairan.jpg","contentUrl":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2024\/08\/Eco-Riparian-Konservasi-Lingkungan-dengan-Pendekatan-Alamiah-di-Kawasan-Perairan.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Eco Riparian: Konservasi Lingkungan dengan Pendekatan Alamiah di Kawasan Perairan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/konservasi-kawasan-perairan-dengan-eco-riparian\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Konservasi Kawasan Perairan dengan Eco Riparian"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#website","url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/","name":"Yudi Wahyudi","description":"Tim Pengembang SiBakul Jogja","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#\/schema\/person\/b2cadb09d5b019b3310330a26883f5bd","name":"sibakul","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7fcc5f187ab1804cfef732c9b50ec924d4765bc365c7757b3e7e2462434e346?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7fcc5f187ab1804cfef732c9b50ec924d4765bc365c7757b3e7e2462434e346?s=96&d=mm&r=g","caption":"sibakul"},"description":"Sibakul Jogja","sameAs":["https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog"],"url":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/author\/sibakul\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/643","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=643"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/643\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":646,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/643\/revisions\/646"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/media\/644"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=643"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=643"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sibakuljogja.jogjaprov.go.id\/blog\/timteknis\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=643"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}