Menikmati Jogja di Bandara – Sebagian sobat yang pernah ke Jogja mungkin pernah mengalami kondisi datang ke Jogja untuk pekerjaan, begitu selesai harus langsung pulang, ga sempet jalan jalan. Saya bekerja sebagai programmer, dan pernah banget mengalami hal seperti itu, tentunya bukan di Jogja, karna saya tinggal di jogja.

Saya pernah ke beberapa kota untuk mengerjakan order pengembangan aplikasi dari klien, saya pernah ke Medan, Makassar, Palembang, Banjarmasin, Surabaya, Jakarta dan mengalami hal yang yang seperti diatas, ga sempet kemana-mana dan langsung balik ke Jogja. Saya pernah ke kota-kota tersebut tapi ga tau ada apa aja disana, makanan khasnya apa, apalagi tempat-tempat wisata nya. Paling maksimal cuma tempat makan di depan tempat saya menginap. Kadang saya berharap ada tempat di bandara yang suasana nya menggambarkan kekhasan daerah tersebut, dan memberi sedikit wawasan mengenai hal-hal yang menarik. Sehingga saya dapat menikmati dan belajar mengenai daerah yang saya datangi di Bandara daerah tersebut, sambil menunggu keberangkatan pesawat.

Kembali ke pembahasan tentang Jogja tentunya tidak sedikit yang mengalami hal itu, dimana sobat ditugaskan ke Jogja untuk sebuah pekerjaan atau kegiatan lalu kembali pulang ga sempat menikmati suasana Jogja. Nahh, di bandara Jogja ini. Kamu akan disuguhi oleh berbagai suasana keistimewaan Jogja yang pastinya. Bikin kamu ga nyesel kalau kamu memang ga sempet jalan-jalan menikmati segala keistimewaan Jogja. Ini cocok banget buat kamu yang super sibuk dan harus langsung balik lagi ke tempat kerja.

Menikmati Jogja di Bandara

Di bandara Jogja ini, kamu bakal diperlihatkan berbagai macam ornamen yang Jogja banget. Di sini terdapat Miniatur Tugu yang dijaga oleh pasukannya yang berpakaian khas pasukan Keraton Jogja. Dan disampingnya, terdapat berbagai macam kios yang menawarkan segalanya yang berkaitan dengan Jogja. Di sini dijajakan juga makanan khas Jogja seperti gudeg dan oleh-oleh khas Jogja. Ornamen lampu, papan tulisan jalan Malioboro, dan pentas kesenian khas Jawa yang ada di situ juga semakin menampilkan suasana keistimewaan Jogja di Bandara.

Gak cuma di dalam bandaranya aja lhoo. Suasana keistimewaan Jogja juga ditampilkan di luar bandaranya. Meskipun arsitektur bandara Jogja ini terkesan futuristik, tapi gak ketinggalan juga ornamen bangunan khas keraton Jogja turut menghiasi bandara ini. Serta jejeran mobil antik nan lawas juga turut menghiasi bandara ini. Jadi, bagus banget buat kamu untuk foto-foto. Seakan kamu berada di Jogja beneran dehh!!!

Nah yang ga kalah istimewa adalah Galeri Pasar Kotagede yang berada di Ruang tunggu Bandara, disini ada ribuan produk yang bisa menjadi buah tangan pilihan, dari bakpia hingga anting perak, dari masker hingga batik premium. Di tempat ini juga kita bisa nongkrong di area angkringan dimana bisa menikmati wedang ronde dan beberpa jajanan pasar. Klo beruntung, kita bisa melihat atraksi gamelan yang sangat menarik.


Sekilas Pasar Kotagede YIA

Pasar Kotagede YIA

Pasar Kota Gede YIA – Buat sobat yang sedang berada di ruang tunggu penumpang di dalam Bandara YIA maka sobat akan menjumpai sebuah tulisan besar Pasar Kotagede. Didalamnya terdapat Galeri UKM DIY dan Angkringan Malioboro yang menyuguhkan aneka macam produk dari UKM DIY. Konsep eksterior dan interiornya bernuansa khas Jogja, perpaduan antara Benteng Kraton dan suasana Malioboro dan Kraton.

Ketika masuk ke dalam Pasar Kotagede kita disambut oleh among tamu dengan pakaian jawa yang sangat apik, keramah tamahan dan senyumnya akan sulit di lupakan, ditambah alunan gamelan dan angkringan, bisa membuat kita ingin berlama-lama disana. Di galeri tersebut juga menghadirkan ribuan produk UMKM yang ditata layaknya etalase mall modern, aneka produk ditata secara apik dan menarik sehingga sulit untuk tidak membeli dalam jumlah banyak.

Pasar Kotagede di Bandara YIA ini tidak hanya menjadi tempat bertemunya para konsumen, tetapi juga ada konsep untuk pelestarian budaya. Konsepnya selain Galeri yang menampilkan produk kebudayaan, seperti Gamelan, Wayang dan alunan musik Jawa, juga dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam bentuk pelayanan kepada pembeli, penataan eksterior dan interior, serta pengenalan budaya melalui literasi digital yang di tampilkan di media display, dan media cetak yang disediakan.

Penataan Produk Galeri Pasar Kotagede YIA
Penataan Produk Galeri PKG YIA

Untuk konsep penataan produk Galeri Pasar Kotagede pengelompokannya dijajar sesuai jenisnya, bukan asal daerahnya. Ketika berkeliling di galeri dengan luas sekitar 1.200 meter persegi ini akan dijumpai barang-barang yang dijual antara lain aneka minuman tradisional, makanan oleh-oleh, boneka, kacamata dengan bingkai kayu, stick drum, aneka pernak-pernik, hingga kaos dan pakaian batik.

Pasar Kotagede YIA, Kebanggan UKM DIY

Jumlah UKM Mitra Galeri Pasar Kota Gede YIA sekitar 500 UKM dengan lebih dari 4000 produk. Jumlah tersebut masih tergolong sedikit jika dibandingkan dengan jumlah UMKM di DIY yang jumlahnya lebih dari 300 ribu. Untuk pengelolaan Pasar Kotagede YIA Dinas Koperasi dan UKM DIY menerapkan 2 model pergantian UKM, pertama dengan model sistem evaluasi setiap 3 bulan untuk melihat produk-produk yang banyak diminati dan yang tidak. Sehingga jika produk tidak diminati maka akan diganti dengan produk yang lain dan UKM lain.

Dan yang kedua adalah sistem rolling dimana secara berkala setiap UKM akan diganti dengan UKM lainnya, dengan maksud untuk memberi kesempatan UKM-UKM lebih merata, Penyegaran display produk, dan memperkenalkan UKM unggulan DIY lebih banyak lagi.

Untuk UKM mitra yang sudah tidak tampil lagi produknya maka ditampilkan di fasilitas Display Digital yang akan menghadirkan profil-profil pendek dari setiap UKM. DI Galeri Pasar Kotagede YIA terdapat sekitar 4 TV yang di sebar di beberapa titik yang di gunakan untuk Display promosi profil UKM Mitra.

Untuk menjadi mitra Galeri Pasar Kotagede YIA, UKM harus melalui Kurasi Pasar Kotagede YIA Dinas Koperasi dan UKM. Mitra PKG sebelumnya harus terdaftar sebagai mitra SIBakul Jogja yaitu satu platform aplikasi untuk pembinaan UKM DIY.

Proses Kurasi Pasar Kotagede YIA
Proses Kurasi PKG YIA

Setelah terdaftar sebagai mitra SiBakul Jogja peserta mengikuti kegiatan MarketHUB yang merupakan pasar digital UMKM DIY. di MarketHub UKM diminta mengupload beberapa produk yang nanti akan di bantu pemasarannya di SiBakul MarketHUB. Kurasi marketHUB adalah seputar kelengkapan data diri, data usaha, NIB dan konten produk yang di upload. Konten produk harus memiliki unsur-unsur

  • Produk yang dijual adalah produk buatan UKM DIY
  • Produk bukanlah produk yang dilarang atau melanggar hukum dan aturan, misal tas kulit dari hewan yang di lindungi dan minuman keras.
  • Foto produk jelas
  • Judul produk sesuai dengan nama produk yang di jual
  • deskripsi produk informatif dan ada informasi kadaluarsa untuk produk makanan
  • ada informasi berat kemasan dan dimensi
  • serta mengisi titik lokasi pengambilan atau lokasi UKM untuk dibantu dengan program free ongkir dan sejenisnya.

Lolos dari MarketHUB maka bisa mengajukan Kurasi Pasar Kotagede dan mengikuti tahapan dari mulai verifikasi oleh Kabupaten Kota hingga kegiatan Kurasi Produk dan QC.

Verifikasi kabupaten/kota adalah seputar kelengkapan usaha, yaitu:

  • NIB
  • NWP
  • KTP
  • Jogjamark
  • Pendaftaran HAKI
  • dan PIRT untuk produk makanan
  • untuk kelengkapan informasi UKM mengisi beberapa data, yaitu:
    • Data diri
    • Data usaha
    • Aspek produksi
    • Aspek Pasar
    • Model Bisnis

Setelah lolos verifikasi, UKM akan mendapatkan pemberitahuan jadwal kurasi, dan ketika pelaksanaan UKM membawa produk yang akan di nilai oleh kurator, Kurator akan memutuskan tiga konsisi, yaitu Lolos, Lolos dengan catatan, dan tidak lolos.

Untuk status lolos dengan catatan, UKM harus melaksanakan rekomendasi sesuai catatan kurator dan mengisi form konfirmasi sudah melakukan rekomendasi.

Untuk yang lolos UKM eakan mendapatkan informasi jadwal QC yang kemudian produk mulai di pasarkan di Galeri Pasar Kotagede.

Semua tahapan dilakukan secara online melalui aplikasi SIBakul Jogja, kecuali kegiatan kurasi produk, dimana akan ada penilaian langsung dari Kurator kepada produk UKM.

By sibakul