Blog Pasar Kota Gede YIA

Ketika Membeli bakpia jogja ga harus semenderita itu

Bakpia jogja – Sobat…, bagi saya cara hidup itu sebuah pilihan, dan saya sangat menghormati kemerdekaan untuk memilih. Sering sekali sesuatu yang kita anggap tidak nyaman malah beberapa orang menikmatinya. Misal antri bakpia, bagi saya ngga banget, tapi bagi banyak orang itu adalah sensasi, bergabung bersama kerumunan untuk menginginkan sesuatu yang sama, yaitu bakpia jogja.

Kali ini saya akan menulis sebuah kondisi yang dulu saya sering harus memilih, antara bakpia atau pesawat. Beberapa waktu lalu saya cukup sering bepergian ke luar jogja, dan terkadang cukup mendadak karena posisi saya menggantikan rekan saya untuk menghadiri sebuah acara. Kondisi kaya gini sering membuat saya terburu-buru dalam persiapan dan tentunya sebagai orang yang akan mengunjungi mitra di luar kota ingin sekali membawa buah tangan, yang paling mudah ya bakpia.

Mungkin sobat yang bepergian dengan pesawat melalui Bandara YIA (Yogyakarta International Airport) tidak jarang mendapati situasi yang sama, terasa pelik kan???, bahkan kadang sangat dramatis dan nyaris tragis. Terkadang harus memilih antara ketinggalan pesawat tapi dapat bakpia, atau dapat bakpia tapi ketinggalan pesawat, saya sama saja hehe…, bahkan saya pernah sudah memesan bakpia di langganan saya, hanya tetap saja tidak sempat mengambilnya. Satu waktu saya tinggalkan begitu saja, waktu lainnya saya meminta bantuan pemilik bakpia untuk mengantar, bertemu di lokasi bandara, waduhhhh yang bener aja… kisian penjual bakpia nya…

Tapi…., Sebelum meneruskan pembahasan drama, kita coba cari tau dulu apa sih bakpia jogja itu.

Bakpia Jogja Makanan Tiongkok yang sudah men-Jogja

Bakpia Raharja Rasa

Bakpia adalah makanan yang terbuat dari tepung terigu yang dipanggang dengan isian berupa kacang hijau dicampur gula. Namun makanan yang dianggap khas Jogja ini ternyata sebenarnya bukan asli berasal dari Yogyakarta, melainkan berasal dari Cina.

Menurut penelitian yang dilakukan Amelia Puspita Sari dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan judul Bakpia Sebagai Bentuk Akulturasi Budaya Indonesia dan Tiongkok di Bidang Kuliner (Studi Kasus Bakpia 29), tertulis bakpia terbentuk dari pengaruh akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa.

Perpaduan kuliner ini berhasil menghidangkan kue enak dan nikmat. Bakpia menjadi bukti, benturan budaya tidaklah berbahaya. Bakpia berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang secara harfiah artinya kue atau roti yang berisikan daging.

Bakpia pertama kali dibawa oleh pendatang asal Tiongkok, Kwik Sun Kwok, pada 1940-an ke Yogyakarta. Pada saat itu. Kwik menyewa sebidang tanah di Kampung Suryowijayan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta milik seorang warga lokal bernama Niti Gurnito.

Pada awalnya, bakpia dibuat menggunakan isian daging dan minyak dari babi. Namun dimodifikasi menjadi kue yang tidak lagi menggunakan minyak babi dengan isian kacang hijau. Hasil adaptasi cita rasa bakpia yang disesuaikan dengan lidah masyarakat Yogyakarta mulai digemari banyak orang dan berhasil diterima oleh semua lapisan masyarakat.

Pada tahun 1980an, bakpia pun semakin populer dan mulai muncul produsen-produsen rumahan bakpia di kawasan Pathuk. Para penjual membuka toko di rumah masing-masing dalam memasarkan bakpia buatannya. Bakpia dikemas menggunakan dus atau kertas karton. Bakpia ini kemudian dikenal dengan nama Bakpia Pathuk.

Lanjut memilih Bakpia atau Pesawat

Nah cerita berlanjut, sekarang saya ga perlu pusing mendapatkan bakpia, atau khawatir ketinggalan pesawat. Dinas Koperasi UKM DIY menyediakan fasilitas Galeri UMKM yang sangat representatif di Bandara, Nama nya Galeri Pasar Kota Gede YIA, atau biasa di singkat PKG YIA.

Bagi saya bagusnya lagi PKG YIA ini di dukung dengan layanan aplikasi berbasis web, yang ber alamat di sibakuljogja.jogjaprov.go.id/pasarkotagedeyia, panjang banget ya alamatnya. biasanya sih saya cuma pake gugel terus serch sibakul, muncul website sibakujogja, terus saya buka dan klik icon Pasar Kota Gede YIA, simpel khannnn.

Nah apa sih bagus nya website ituh…. bagus banget lah klo buat saya, saya bisa memesan bakpia saya lewat web ituhhhh, lah…. koq lewat web?? kan galerinya di bandara purwantooooo, ribet banget langsung aja ke bandara.

Hehe.., pertama saya ge kecele klo ke abisan, kedua saya dateng tinggal ambil pesanan sayahhh, ga perlu ngantri… klo masih ada waktu tinggal duduk nongkrong di angkringannnya, sambil minum wedang ronde, atau teh nasgitel, dengerin gamelan, wuihhh mantappp sampe ga rela naik pesawat..

Cara belanja nya gampang, nih ku kasih tau rahasia nya, ga perlu kursus atau ikut kelas cara belanja. setelah membuka halaman web pasar kotagede lakukan beberapa langkah berikut.

  1. Buka pake fitur pencarian, terus cuss cari Bakpia
  2. Pilih bakpia nya (semua bakpia enak-enak dah lolos kurasi cuyyyy)
  3. Lakukan belanja
  4. Lakukan pembayaran
  5. Datang ke bandara
  6. Ambil Pesanan di Galeri PKG YIA

Gimping kinnnnnnn, ya gampang lah…., kata kaka Indro, Mudah Banget !!!!.…, rekomendet buat dicoba, dan selamat mencoba yessss

sibakul

Sibakul Jogja

You may also like...