
Wedang uwuh merupakan salah satu minuman daun yang naik daun karena pandemi. Wedang ini umumnya disajikan dengan cara direbus atau diseduh.
Isian wedang uwuh cukup beragam. Oleh karenanya, masyarakat di Yogyakarta pun menyebutnya dengan nama ‘wedang sampah’.
Agung, pemilik usaha Wedang Uwuh Berkawan kepada Kompas.com mengatakan bahwa wedang uwuh buatannya memakai 11 bahan. Mulai dari jahe, gula batu, hingga aneka daun kering.
Untuk wedang uwuh terdiri dari berbagai macam rempah dan juga gula batu. Antara lain seperti secang, gagang cengkeh, daun pala, jahe, daun manis jangan hingga gula batu.
Kayu secang
Kayu secang merupakan bahan utama dalam wedang uwuh. Sebab bahan inilah yang dapat memberi warna merah pada wedangnya.
Dalam penggunaannya umumnya kayu secang diserut lalu dikeringkan.
Jahe
Sama halnya dengan kayu secang, wedang uwuh pun terasa kurang jika tidak memakai jahe. Jenis jahe yang dipakai bisa jahe merah atau jahe emprit. Namun sebaiknya jahe tersebut dikeringkan supaya komponen wedang uwuhnya lebih awet disimpan. Kecuali jika wedang uwuh ingin langsung diseduh.
Gula Batu
Gula batu kerap dipakai sebagai pemanis wedang uwuh. Jika tidak ada sebetulnya bisa diganti pula dengan gula jawa atau gula aren.
Namun penggunaan gula jawa dapat membuat warna wedangnya kurang cantik. Meski begitu hal tersebut tidak akan merusak rasa atau khasiatnya.
Jika tidak suka manis, wedang tersebut pun dapat diseduh tanpa tambahan gula.
Cengkeh
Cengkih dapat memberi sensasi pedas dan hangat pada wedang tradisional. Termasuk pula wedang uwuh. Dalam penggunaannya, cengkih bisa dipakai gagang hingga daunnya.
Daun Pala
Wedang uwuh identik dengan penggunaan daun kering. Salah satu yang digunakan yaitu daun pala. Daun ini bisa menjadi antibakteri karena mengandung minyak atsiri alami.
Kayu Manis
Kayu manis merupakan salah satu rempah yang dapat memberi aroma pada makanan.
Selain itu, kayu manis pun memiliki manfaat kesehatan, seperti melawan bakteri dan jamur serta mengurangi risiko jantung.
Di samping untuk memasak, kayu manis pun dapat dipakai sebagai bahan wedang, termasuk wedang uwuh. Bagian yang dipakai yaitu gagang kayu dan daunnya.
